Wednesday, March 27, 2013

Part 3

Netmask Bisa disebut sebagai netmask atau subnetmask.
Pada pengalamatan jaringan, Selain IP Address yang perlu dikonfigurasi adalah subnetmask.
Subnet Mask mempunyai panjang 32 bit, sama seperti IP Address dan Terdapat tiga pengelompokan besar subnet mask atau biasa disebut sebagai default subnetmask yaitu :
      255.0.0.0
      255.255.0.0
      255.255.255.0

Penulisan nomor IP : 192.168.30.45/255.255.255.0 
192.168.30.45 adalah no IP Address sedangkan 255.255.255.0 adalah no subnetmasknya.

Kegunaan subnetmask
      IP adddress terdiri dari dua bagian : Network Identifier dan Host Identifier.
      Bagaimana menentukan mana Bagian Host dan Mana bagian Network.
      Untuk mengetahui bagian dari Network Identifier dan Host Identifier dilakukan perbandingan antara subnet mask dan IP address bit per bit. Bagian yang bernilai “1” pada subnet mask adalah network identifier dan bagian yang bernilai “0” adalah  host identifier

Terdapat dua tipe IP Address
      Public IP Address, biasa digunakan untuk pengalamatan di internet, semua host yang terkoneksi secara langsung di internet membutuhkan public IP address yang unik.
      Private addresses, biasa digunakan untuk internal LAN sepanjang  tidak terkoneksi ke internet. 

Kategori IP berdasarkan kelompok komunikasi :
Ø  one-to-one (unicast)
Ø  one-to-many (multicast)
Range multicast address adalah 224.0.0.0 sampai 239.255.255.255
Ø  one-to-all (broadcast)
 Class C dengan ID network 192.168.1.0, subnet mask 255.255.255.0 mempunyai broadcast address yaitu 192.168.1.255.
A Class B dengan ID network of 172.16.0.0, subnet mask 255.255.0.0, mempunyai broadcast address yaitu 172.16.255.255.
A Class A dengan ID network 10.0.0.0, subnet mask 255.0.0.0, mempunyai  broadcast address yaitu 10.255.255.255.

Broadcast adalah Alamat IP yang digunakan untuk mengirim atau menerima informasi ke dan dari host yang ada pada suatu jaringan.
Bagaimana jika suatu host ingin mengirim paket kepada seluruh host yang ada pada jaringannya? Tidak efisien jika ia harus membuat replikasi paket sebanyak jumlah host tujuan, padahal isi paket-paket  tersebut sama. Oleh karena itu, dibuat konsep broadcast address.
Host cukup mengirim ke alamat broadcast, maka seluruh host yang ada pada network akan menerima paket tersebut .Konsekuensinya, seluruh host pada jaringan yang sama harus memiliki broadcast address yang sama dan alamat  tersebut tidak boleh digunakan sebagai nomor IP untuk host tertentu
Default no IP Broadcast adalah nomor IP terakhir pada jaringan tersebut, yaitu :
       255.255.255.255 untuk seluruh network
       xxx.255.255.255  untuk jaringan kelas A
       xxx.xxx.255.255   untuk jaringan kelas B
       xxx.xxx.xxx.255    untuk jaringan kelas C

No comments:

Post a Comment