1 Notasi Dasar UML
Actor
Actor adalah segala
sesuatu yang berinteraksi langsung dengan sistem aplikasi komputer, seperti
orang, benda atau lainnya. Tugas actor adalah memberikan informasi kepada
sistem dan dapat memerintahkan sistem agar melakukan sesuatu tugas.
Class
Notasi utama dan
yang paling mendasar pada diagram UML adalah notasi untuk mempresentasikan
suatu class beserta dengan atribut dan operasinya. Class adalah pembentuk utama
dari sistem berorientasi objek.
Use Case
Use case adalah deskripsi
fungsi dari sebuah sistem dari perspektif pengguna. Use case bekerja dengan
cara mendeskripsikan tipikal interaksi antara user (pengguna) sebuah sistem
dengan sistemnya sendiri melalui sebuah cerita bagaimana sebuah sistem dipakai.
Urutan langkah-langkah yang menerangkan antara pengguna dan sistem disebut
scenario.
Diagram UML
UML merupakan
sintak umum untuk membuat model logika dari suatu sistem dan digunakan untuk
menggambarkan sistem agar dapat dipahami selama fase analisis dan desain. UML
biasanya disajikan dalam bentuk diagram/gambar yang meliputi class beserta
atribut dan operasinya, serta hubungan antar class yang meliputi inheritance,
association dan komposisi. UML tediri dari banyak diagram.
Use Case Diagram
Use case diagram
menggambarkan fungsionalitas yang diharapkan dari sebuah sistem, yang
ditekankan adalah “apa” yang diperbuat sistem dan bukan “bagaimana”. Sebuah use
case mempresentasikan sebuah interaksi antara actor dengan sistem. Use case
menggambarkan kata kerja seperti Login ke sistem, maintenance user dan
sebagainya.
Class Diagram
Class adalah sebuah
spesifikasi yang jika di-instansiasi akan menghasilkan sebuah objek dan
merupakan inti dari pengembangan berorientasi objek. Class menggambarkan
keadaan (attribute/property) suatu sistem, sekaligus menawarkan layanan untuk
memanipulasi keadaan tersebut (metode/fungsi). Class diagram menggambarkan
struktur dan deskripsi class, packed dan objek beserta hubungan satu sama lain
seperti containment, pewarisan, asosiasi dan lainnya.
Activity Diagram
Activity diagram
menggambarkan berbagai alir aktifitas dalam sebuah sistem yang sedang
dirancang, bagaimana masing-masing alir berawal, decision yang mungkin terjadi
dan bagaimana mereka berakhir. Activity diagram juga dapat menggambarkan proses
paralel yang mungkin terjadi pada beberapa eksekusi. Activity diagram tidak
menggambarkan sifat internal dari sebuah sistem dan interaksi antara beberapa
sub sistem secara eksak, tetapi lebih menggambarkan proses-proses dan
jalur-jalur aktivitas dari level atas
secara umum. Pada UML 2.X aktivitas tidak lagi disebut sebagai activity, akan
tetapi cukup disebut dengan action saja. Activity adalah struktur yang lebih
tinggi yang terdiri atas action-action yang berurutan. Oleh karenanya activity
diagram menunjukkan action-action yang membangun sebuah aktivitas.
Sequence Diagram
Sequence diagram
menggambarkan interaksi antar objek di dalam dan di sekitar sistem (termasuk
pengguna, display dan sebagainya) berupa message yang digambarkan terhadap
waktu. Sequence diagram
terdiri atas waktu dan obyek-obyek yang terkait. Sequence diagram biasa
digunakan untuk menggambarkan skenario atau rangkaian langkah-langkah yang
dilakukan sebagai respons dari sebuah event untuk menghasilkan output tertentu,
proses dan perubahan apa saja yang terjadi secara internal dan output apa yang
dihasilkan.
State Machine Diagram
Interaction
diagram dan state chart menampilkan dua pandangan yang saling melengkapi
tentang perilaku dinamis
sebuah sistem. Interaction diagram menunjukan pesan-pesan yang dilewatkan
diantara obyek-obyek didalam sistem selama periode waktu yang pendek. Sedangkan
state chart diagram menelusuri individu-individu obyek melalui keseluruhan daur
hidupnya, menspesifikasikan semua urutan yang mungkindari
pesan-pesan yang akan di terima objek tersebut bersama-sama dengan tanggapan
atas pesan-pesan tersebut.
Simbol UML
untuk state transition diagram adalah segiempat yang setiap pojoknya dibuat rounded. Titik awalnya
menggunakan lingkaran solid yang diarsir dn diakhiri
dangan mata.
UML juga memberi pilihan untuk
menambahkan detail ke dalam simbol tersebut dengan membagi menjadi 3 area yaitu
nama state, state variable dan activity.
State variable seperti timer dan counter
kadangkala sangat membantu. Activity terdiri atas events dan action. Tiga hal
yang sering dipakai disini adalah entry ( apa yang terjadi ketika sistem masuk
ke state), exit ( apa yang terjadi ketika sistem meninggalkan state) dan do (
apa yang terjadi ketika sistem ada di state). Hal-hal lain bisa ditambahkan
jika perlu.
Collaboration Diagram
Informasi yang disampaikan sama dengan
sequencial diagram namun beda dalam penggambaran dan kegunaannya saja. Dalam
diagram ini digambarkan hubungan antara objek dan actor dengan
tidak memperhatikan waktu/urutan.
Component Diagram
Component diagram mengandung componet,
interface dan relationship.
Hal penting pada component adalah
component mewakili potongan-potongan yang independent yang bisa dipesan dan
diperbaharui sewaktu-waktu. Dengan
demikian, pembagian sistem kedalam component-component lebih banyak didorong
oleh kepentingan marketing dari pada kepentingan teknis. Meskipun demikian
harus juga diingat bahwa terlalu banyak component juga kurang bagus, karena
susah mengatur dan memeliharanya khususnya menyangkut masalah versioning.
Component digunakan
untuk menunujukan struktur fisik. Hal tersebut tidak terlalu benar sekarang,
karena struktur fisik ditunjukan dengan artifact. Artifact adalah manifestasi
fisik dari software, biasanya file. File-file ini biasanya bisa
dieksekusi/executable (seperti: . EXE file, biner, file
JAR, Assembly atau Script) atau file-file data, file-file konfigurasi, dokumen
HTML dan lain-lain.
Component dihubungkan
melalui interface yang diimplementasikan. Biasanya menggunakan notasi ball-and-socket seperti class diagram. Component juga bisa dikompose
dengan menggunakan composite struktur diagram.
Pada contoh ini,
seorang sales mesin dapat berhubungan dengan component server sales, dengan
menggunakan interface sales message. Karena networknya tidak dapat dipercaya,
component antrian pesan (queue) dipasang sehingga masih tetap dapat berhubungan
dengan server ketika server sedang hidup dan berhubungan dengan queue ketika
network mati. Selanjutnya queue berhubungan dengan server ketika network sudah
berfungsi kembali. Hasilnya queue message hasus bisa mendukung interface sales
message untuk berhubungan dengan component mesin dan membutuhkan interface
tersebut untuk berhubungan dengan server. Server dibagi menjadi 2 component
utama. Prosesor transaksi untuk merealisasikan interface sales message dan
accounting driver untuk berhubungan dengan system akutansi.
No comments:
Post a Comment