Pada pengalamatan jaringan, Selain IP
Address yang perlu dikonfigurasi adalah subnetmask.
Subnet Mask mempunyai panjang 32 bit, sama
seperti IP Address dan Terdapat tiga
pengelompokan besar subnet mask atau biasa disebut
sebagai default subnetmask yaitu :
– 255.0.0.0
– 255.255.0.0
– 255.255.255.0
Penulisan nomor IP :
192.168.30.45/255.255.255.0
192.168.30.45 adalah no IP Address sedangkan
255.255.255.0 adalah no subnetmasknya.
Kegunaan subnetmask
– IP adddress terdiri dari dua bagian : Network
Identifier dan Host Identifier.
– Bagaimana menentukan mana Bagian Host dan Mana bagian
Network.
– Untuk mengetahui bagian dari Network Identifier dan
Host Identifier dilakukan perbandingan antara subnet mask dan IP address bit
per bit. Bagian yang bernilai “1” pada subnet mask adalah network identifier
dan bagian yang bernilai “0” adalah host identifier
Terdapat dua tipe IP Address
– Public IP Address, biasa digunakan untuk pengalamatan di internet, semua host yang terkoneksi
secara langsung di internet membutuhkan public IP address yang unik.
– Private addresses, biasa digunakan untuk internal LAN
sepanjang tidak terkoneksi ke internet.
Kategori IP berdasarkan kelompok komunikasi :
Ø one-to-one (unicast)
Ø one-to-many (multicast)
Range multicast address adalah 224.0.0.0 sampai 239.255.255.255
Ø one-to-all (broadcast)
Class C dengan
ID network 192.168.1.0, subnet mask
255.255.255.0 mempunyai broadcast address yaitu 192.168.1.255.
A Class B dengan ID network of 172.16.0.0, subnet mask
255.255.0.0, mempunyai broadcast address yaitu 172.16.255.255.
A Class A dengan ID network 10.0.0.0, subnet mask 255.0.0.0,
mempunyai broadcast address
yaitu 10.255.255.255.
Broadcast adalah Alamat IP yang digunakan untuk
mengirim atau menerima informasi ke dan dari host yang ada pada suatu jaringan.
Bagaimana jika suatu
host ingin mengirim paket kepada seluruh host yang ada pada jaringannya? Tidak efisien jika ia harus membuat replikasi paket
sebanyak jumlah host tujuan,
padahal isi paket-paket tersebut sama.
Oleh karena itu, dibuat konsep broadcast
address.
Host cukup mengirim ke
alamat broadcast, maka seluruh host yang ada pada network akan menerima paket tersebut .Konsekuensinya,
seluruh host pada jaringan yang
sama harus memiliki broadcast address
yang sama dan alamat tersebut tidak
boleh digunakan sebagai nomor IP untuk host
tertentu
Default no IP Broadcast adalah nomor IP terakhir pada
jaringan tersebut, yaitu :
–
255.255.255.255 untuk seluruh network
–
xxx.255.255.255 untuk jaringan kelas A
–
xxx.xxx.255.255 untuk jaringan kelas B
–
xxx.xxx.xxx.255 untuk jaringan
kelas C